Entah siapa yang menulisnya??? sepertinya kata itulah yang mewakili pikiranku waktu itu…

Pagi itu tanggal 9 Ramadhan 1430 (30/08/09) diadakan pelatihan “terjemah alQur’an praktis”, di Masjid Darul Falah Antang Raya Makassar (DPP WI). Pelatihan tersebut dikomandoi oleh ustadz kami Ust. Nur Ihsan, Lc.

Seperti biasanya sebelum bergabung dengan peserta yang lain, terlebih dahulu saya berwudhu untuk melaksanakan sholat tahiyyatul masjid. Peserta yang hadir tidak terlalu banyak, kurang dari 30 orang. Walau demikian saya tetap bersemangat mengikuti pelatihan tersebut karena diselingi dengan pelajaran bahasa arab (dari dulu pengen sekali belajar bahasa arab tapi sampe sekarang hasilnya masih NOL). Apalagi setelah mendengar nasehat ustadz bahwa tidak mengapa jumlah kita sedikit, karena memang dari sekian banyak orang yang mengaku islam hanya sedikit dari mereka yang ingin mempelajari Al-Qur’an. Mudah-mudahan Allah menggolongkan kita kepada mereka-mereka yang diberi syafaat oleh Al-Qur’an di akhirat kelak.

Singkat cerita pelatihan itu pun berakhir ditandai dengan adzan dzuhur yang dikumandangkan seorang ikhwah. Saya beserta yang lain pun bergegas ke tempat wudhu untuk memperbaharui wudhu. Namun ketika menunggu giliran, pandangan saya tertuju pada sebuah tulisan di dinding bagian dalam tempat wudhu. Tulisan tersebut cukup besar, ditulis dengan spidol hitam, sekira 200 centi dari lantai. Seketika itu saya berniat untuk mengabadikan “tulisan tersebut”, namun saya mengurungkan niat karena di kiri kanan masih ada orang laen, hehehe… (malu duonk, ntar dikira aneh lagi…)

Sholat dzuhur pun dilaksanakan…

Ba’da dzuhur, saya pun beraksi, di saat WC/T4 wudhunya dah sepi, wambar itu pun berhasil diabadikan, wakakaka…

Tedeeeenggg, nih hasilnya:

akhwat

Mungkin bagi orang yang berdomisili di Makassar dan sekitarnya sudah paham arti tulisan tersebut. Tapi bagi anda yang sama sekali tidak paham maka saya minta maaf karena tidak memiliki penjelasan yang tepat untuk tulisan tersebut.  😛  (hayo, ada yang bersedia menjelaskannya???)

Hmm…

Menurut saya, ada beberapa kemungkinan hingga tulisan tersebut “tercipta”:

– Si penulis sedang stress karena ditolak oleh akhwat

– Si penulis pernah dicueki oleh seorang akhwat

– Si penulis pernah dilecehkan oleh seorang akhwat

BAGAIMANA DENGAN PENDAPAT ANDA???

Iklan