Kisah ini di angkat, agar kita bisa belajar bagaimana tersenyum dengan ikhlas dan tanpa pamrih, silahkan dibaca dengan hati yang tenang… hilangkan semua beban kita sejenak.

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya. (lebih…)

posting di wordpressHal yang sepele, namun sering dilupakan. Bagi blogger awam, cara memposting artikel yang benar di blog WordPress kadang-kadang dipandang dngan sebelah mata. Padahal dalam tulisan kita bisa juga mempengaruhi posisi di search engine nantinya. Misalnya penambahan garis bawah, cetak tebal, memberi warna lain, dan sebagainya.

Baiklah, langsung saja pada tutorial memposting artikel di blog wordpress self hosting. Pertama login dahulu lah :p

Bismillahirrahmanirrahim

Penulis: Ummu Hamzah
Muroja’ah: Ustadz Abu ‘Ukkasyah Aris Munandar

Pada tulisan yang telah lalu telah dibahas mengenai hal-hal yang diharomkan bagi wanita haid. Pada tulisan bagian kedua ini, akan dipaparkan tiga permasalahan penting terkait wanita haid, yaitu mengenai boleh tidaknya wanita haid masuk ke dalam masjid serta menyentuh dan membaca Al Qur’an. (lebih…)

Bismillahirrahmanirrahim

Penulis: Ummu Uwais Herlani Clara Sidi Pratiwi
Muraja’ah: ustadz Abu Ukkasyah Aris Munandar

Wanita, sosok lemah dan tak berdaya yang terbayangkan. Dengan lemahnya fisik, Allah tidak membebankan tanggung jawab nafkah di pundak wanita, memberi banyak keringanan dalam ibadah dan perkara lainnya. Mereka adalah sosok yang mudah mengeluh dan tidak tahan dengan beban yang menghimpitnya. Dengan kebengkokannya sehingga Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk bersikap lembut dan banyak mewasiatkan agar bersikap baik kepadanya.  Oleh karena itu, tidak mengherankan kiranya jika Allah Tabaroka wa Ta’ala dengan segala hikmah-Nya mengamanahkan kaum wanita kepada kaum laki-laki. (lebih…)

Bismillahirrahmanirrahim

Penulis: Ummu Rumman Siti Fatimah
Muraja’ah: ustadz Abu Salman

Dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata, Ibnu Abbas berkata padaku,
“Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?”

Aku menjawab, “Ya”

Ia berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.’ (lebih…)

Bismillahirramanirrahim

Wanita Sebagai Pendidik

  1. Tidak meremehkan hak Allah (kewajiban beribadah kepada-Nya).
  2. Baik bacaan Al-Qurannya dan berusaha menghapalkannya.
  3. Hapal dengan baik hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bisa membantunya dalam urusan agama.
  4. Tidak menyia-nyiakan hak suaminya.
  5. Tidak menyia-nyiakan hak anaknya.
  6. Menghiasi diri dengan akhlak mulia.
  7. Menghiasi diri dengan kesabaran.
  8. Memiliki kemampuan dalam mengatur waktunya.
  9. Mendapatkan izin suaminya untuk keluar mengajar.
  10. Tidak ikhtilath (campur baur dengan pria).
  11. Patuh dengan busana muslimah.
  12. Ikhlas dalam bekerja.
  13. .Bertakwa kepada Allah.
  14. Berilmu.
  15. Bersifat santun dan lembut.
  16. Bertanggungjawab.
  17. Berpengetahuan dan berwawasan, serta mengetahui masalah-masalah aktual.
  18. Berkepribadian tangguh dan berakhlak mulia.

Metode Mengajar dan Mendidik

  1. Melakukan pendekatan dengan akhlak yang baik.
  2. Senantiasa mengucapkan salam kepada anak didik.
  3. Memotivasi mereka untuk selalu shalat tepat waktu.
  4. Mengingatkan mereka tentang keesaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
  5. Selalu mengingatkan tentang cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meneladani beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  6. Menceritakan kisah para Nabi a’alihimus salam, shahabat radhiyallahu ‘anhum, dan pahlawan Islam.
  7. Mengajarkan rukun islam dan rukun iman.
  8. Memberi mereka pelajaran tentang akidah yang benar dan mengingatkan mereka dari akidah yang rusak.
  9. Memotivasi untuk menghapal Al-Quran dan mengamalkannya.
  10. Memotivasi untuk menghapal hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengamalkannya.
  11. Mengajarkan perilaku teladan dan akhlak mulia.
  12. Menarik perhatian anak didik dan menumbuhkan kerinduannya untuk belajar.
  13. Keteladanan.
  14. Memotivasi untuk gemar belajar dan mencintai ilmu.
  15. Mengajarkan etika berbicara dengan orang lain.
  16. Mengajarkan zikir-zikir yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  17. Mengingatkan tentang halal dan haram.
  18. Melarang bergaul dengan teman yang jelek.
  19. Mengajarkan adab islami.
  20. Mengajarkan menjaga hak orang lain.
  21. Melatih membaca dan menulis secara kontinyu.
  22. Memberikan solusi dari permasalahan mereka.
  23. Memotivasi untuk tekun belajar, serta menghormati ilmu dan guru.
  24. Menganjurkan untuk berpenampilan baik dan bersih.
  25. Melarang untuk taklid buta.
  26. Menganjurkan untuk berbakti kepada kedua orangtua.
  27. Mendidik anak untuk cinta jihad dan keberanian.
  28. Mengajarkan anak perempuan hukum khusus yang berkaitan dengan mereka dan hikmah diturunkannya.
  29. Menyayangi mereka.
  30. Mengajarkan kesabaran.
  31. Menganjurkan memberi maaf (jika itu bermanfaat), menahan emosi, dan membalas kejelekan dengan kebaikan.

Metode Mengajar Mata Pelajaran

  1. Memulai dengan mengucapkan salam.
  2. Memotivasi melalui nasihat ringan.
  3. Memulai menjelaskan pelajaran secara berurutan dan sistematis.
  4. Pemecahan masalah.
  5. Selalu memantau dan mengevaluasi.
  6. Menjauhi kata-kata kotor ketika memarahi anak dan tidak memukul wajah.
  7. Memperhatikan keadaan murid yang bersalah.
  8. Menyampaikan nasihat ringan di akhir pelajaran bila waktu masih tersisa.
  9. Berpisah dengan mereka dengan menyampaikan salam.

Kutipan Bermanfaat dari Etika Menjadi Ibu Guru karya Ummu Mahmud Al-Asymuni, penerbit: Pustaka Elba, Surabaya (dengan perubahan seperlunya dari redaksi www.muslimah.or.id)

Makna ‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman ke zaman seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta Sejati’ dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya? (lebih…)